Selasa, 17 Juli 2012

Cara melakukan Root di semua device Android

Fungsi root Android adalah untuk memberi hak penuh kepada pengguna Android untuk dapat masuk ke sistem Android. Dengan melakukan Root, pengguna dapat menambah, mengurangi maupun memodifikasi file-file atau data-data yang terletak pada sistem Android yang bila dalam keadaan standar (belum root) file-file tersebut tidak dapat di akses. Bila dianalogikan sistem operasi komputer Windows, fungsi root Android adalah memberikan hak administrator kepada pengguna.
Melakukan root Android tidak serta merta akan menaikkan performa atau kemampuan ponsel Android. Rooting Android sama seperti “membuka pintu” bagi Anda untuk mengembangkan sistem operasi ini.
Berikut ini adalah tutorial cara melakukan unlock root pada ponsel berbasis android yang dapat anda terapkan untuk beberapa jenis merek dan type HP Android, baik itu HTC, Motorola, Sony Ericsson, Asus, Acer, Huawei, Dell, Samsung dan beberapa Ponsel dengan OS Android lainnya.

  1. Download aplikasi Unlock Root Android DI SINI.
  2. Aktifkan mode USB debugging di Ponsel anda melalui menu Setting >> Applications >> Development >> centang “USB debugging..”
  3. Hubungkan perangkat Android anda dengan PC menggunakan kabel USB
  4. Jalankan aplikasi “UnlockRoot.exe” yang telah di download tadi di komputer dan tunggu sampai software tersebut selesai mengenali jenis perangkat Android anda (dalam hal ini akan terdeteksi jika jenis perangkat Android sudah di support).
  5. Pilih perangkat dari daftar perangkat yang di deteksi.
  6. Klik tombol Root untuk memulai proses Rooting. Siapkan Kopi, cemilan dan banyak-banyak berdoa.......:)P
  7. Tunggu hingga proses selesai, dan jika berhasil maka akan muncul “your device has been successfully rooted”.
  8. Setela selesai, Reboot perangkat android anda agar perubahan diterapkan.
Semoga informasi tutorial cara root ponsel android untuk semua tipe ponsel android diatas bermanfaat.

NB: Sebelum anda melakukan ROOTING sebaiknya Anda Backup dulu semua file yang ada di Device, INGAT SEMUA RESIKO KERUSAKAN ANDA DITANGAN ANDA .........

PENGERTIAN DARI ANDROID

Android adalah sistem operasi yang berbasis Linux untuk telepon seluler seperti telepon pintar dan komputer tablet. Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembang untuk menciptakan aplikasi mereka sendiri untuk digunakan oleh bermacam peranti bergerak. Awalnya, Google Inc. membeli Android Inc., pendatang baru yang membuat peranti lunak untuk ponsel. Kemudian untuk mengembangkan Android, dibentuklah Open Handset Alliance, konsorsium dari 34 perusahaan peranti keras, peranti lunak, dan telekomunikasi, termasuk Google, HTC, Intel, Motorola, Qualcomm, T-Mobile, dan Nvidia.
Pada saat perilisan perdana Android, 5 November 2007, Android bersama Open Handset Alliance menyatakan mendukung pengembangan standar terbuka pada perangkat seluler. Di lain pihak, Google merilis kode–kode Android di bawah lisensi Apache, sebuah lisensi perangkat lunak dan standar terbuka perangkat seluler.
Di dunia ini terdapat dua jenis distributor sistem operasi Android. Pertama yang mendapat dukungan penuh dari Google atau Google Mail Services (GMS) dan kedua adalah yang benar–benar bebas distribusinya tanpa dukungan langsung Google atau dikenal sebagai Open Handset Distribution (OHD).

Sejarah

Kerjasama dengan Android Inc.

Pada Juli 2005, Google bekerjasama dengan Android Inc., perusahaan yang berada di Palo Alto, California Amerika Serikat. Para pendiri Android Inc. bekerja pada Google, di antaranya Andy Rubin, Rich Miner, Nick Sears, dan Chris White. Saat itu banyak yang menganggap fungsi Android Inc. hanyalah sebagai perangkat lunak pada telepon seluler. Sejak saat itu muncul rumor bahwa Google hendak memasuki pasar telepon seluler. Di perusahaan Google, tim yang dipimpin Rubin bertugas mengembangkan program perangkat seluler yang didukung oleh kernel Linux. Hal ini menunjukkan indikasi bahwa Google sedang bersiap menghadapi persaingan dalam pasar telepon seluler.

2007-2008: Produk awal

Sekitar September 2007 sebuah studi melaporkan bahwa Google mengajukan hak paten aplikasi telepon seluler (akhirnya Google mengenalkan Nexus One, salah satu jenis telepon pintar GSM yang menggunakan Android pada sistem operasinya. Telepon seluler ini diproduksi oleh HTC Corporation dan tersedia di pasaran pada 5 Januari 2010).
Pada 9 Desember 2008, diumumkan anggota baru yang bergabung dalam program kerja Android ARM Holdings, Atheros Communications, diproduksi oleh Asustek Computer Inc, Garmin Ltd, Softbank, Sony Ericsson, Toshiba Corp, dan Vodafone Group Plc. Seiring pembentukan Open Handset Alliance, OHA mengumumkan produk perdana mereka, Android, perangkat bergerak (mobile) yang merupakan modifikasi kernel Linux 2.6. Sejak Android dirilis telah dilakukan berbagai pembaruan berupa perbaikan bug dan penambahan fitur baru.
Telepon pertama yang memakai sistem operasi Android adalah HTC Dream, yang dirilis pada 22 Oktober 2008. Pada penghujung tahun 2009 diperkirakan di dunia ini paling sedikit terdapat 18 jenis telepon seluler yang menggunakan Android.

Android versi 1.1

Pada 9 Maret 2009, Google merilis Android versi 1.1. Android versi ini dilengkapi dengan pembaruan estetis pada aplikasi, jam alarm, voice search (pencarian suara), pengiriman pesan dengan Gmail, dan pemberitahuan email.

Android versi 1.5 (Cupcake)

Pada pertengahan Mei 2009, Google kembali merilis telepon seluler dengan menggunakan Android dan SDK (Software Development Kit) dengan versi 1.5 (Cupcake). Terdapat beberapa pembaruan termasuk juga penambahan beberapa fitur dalam seluler versi ini yakni kemampuan merekam dan menonton video dengan modus kamera, mengunggah video ke Youtube dan gambar ke Picasa langsung dari telepon, dukungan Bluetooth A2DP, kemampuan terhubung secara otomatis ke headset Bluetooth, animasi layar, dan keyboard pada layar yang dapat disesuaikan dengan sistem.

Android versi 1.6 (Donut)

Donut (versi 1.6) dirilis pada September dengan menampilkan proses pencarian yang lebih baik dibanding sebelumnya, penggunaan baterai indikator dan kontrol applet VPN. Fitur lainnya adalah galeri yang memungkinkan pengguna untuk memilih foto yang akan dihapus; kamera, camcorder dan galeri yang dintegrasikan; CDMA / EVDO, 802.1x, VPN, Gestures, dan Text-to-speech engine; kemampuan dial kontak; teknologi text to change speech (tidak tersedia pada semua ponsel; pengadaan resolusi VWGA.

Android versi 2.0/2.1 (Eclair)

Pada 3 Desember 2009 kembali diluncurkan ponsel Android dengan versi 2.0/2.1 (Eclair), perubahan yang dilakukan adalah pengoptimalan hardware, peningkatan Google Maps 3.1.2, perubahan UI dengan browser baru dan dukungan HTML5, daftar kontak yang baru, dukungan flash untuk kamera 3,2 MP, digital Zoom, dan Bluetooth 2.1.
Untuk bergerak cepat dalam persaingan perangkat generasi berikut, Google melakukan investasi dengan mengadakan kompetisi aplikasi mobile terbaik (killer apps - aplikasi unggulan). Kompetisi ini berhadiah $25,000 bagi setiap pengembang aplikasi terpilih. Kompetisi diadakan selama dua tahap yang tiap tahapnya dipilih 50 aplikasi terbaik.
Dengan semakin berkembangnya dan semakin bertambahnya jumlah handset Android, semakin banyak pihak ketiga yang berminat untuk menyalurkan aplikasi mereka kepada sistem operasi Android. Aplikasi terkenal yang diubah ke dalam sistem operasi Android adalah Shazam, Backgrounds, dan WeatherBug. Sistem operasi Android dalam situs Internet juga dianggap penting untuk menciptakan aplikasi Android asli, contohnya oleh MySpace dan Facebook.

Android versi 2.2 (Froyo: Frozen Yoghurt)

Pada 20 Mei 2010, Android versi 2.2 (Froyo) diluncurkan. Perubahan-perubahan umumnya terhadap versi-versi sebelumnya antara lain dukungan Adobe Flash 10.1, kecepatan kinerja dan aplikasi 2 sampai 5 kali lebih cepat, intergrasi V8 JavaScript engine yang dipakai Google Chrome yang mempercepat kemampuan rendering pada browser, pemasangan aplikasi dalam SD Card, kemampuan WiFi Hotspot portabel, dan kemampuan auto update dalam aplikasi Android Market.

Android versi 2.3 (Gingerbread)

Pada 6 Desember 2010, Android versi 2.3 (Gingerbread) diluncurkan. Perubahan-perubahan umum yang didapat dari Android versi ini antara lain peningkatan kemampuan permainan (gaming), peningkatan fungsi copy paste, layar antar muka (User Interface) didesain ulang, dukungan format video VP8 dan WebM, efek audio baru (reverb, equalization, headphone virtualization, dan bass boost), dukungan kemampuan Near Field Communication (NFC), dan dukungan jumlah kamera yang lebih dari satu.

Android versi 3.0/3.1 (Honeycomb)

Android Honeycomb dirancang khusus untuk tablet. Android versi ini mendukung ukuran layar yang lebih besar. User Interface pada Honeycomb juga berbeda karena sudah didesain untuk tablet. Honeycomb juga mendukung multi prosesor dan juga akselerasi perangkat keras (hardware) untuk grafis. Tablet pertama yang dibuat dengan menjalankan Honeycomb adalah  Motorola Xoom Perangkat tablet dengan platform Android 3.0 akan segera hadir di Indonesia. Perangkat tersebut bernama Eee Pad Transformer produksi dari Asus. Rencana masuk pasar Indonesia pada Mei 2011.

Android versi 4.0 (ICS :Ice Cream Sandwich)

Diumumkan pada tanggal 19 Oktober 2011, membawa fitur Honeycomb untuk smartphone dan menambahkan fitur baru termasuk membuka kunci dengan pengenalan wajah, jaringan data pemantauan penggunaan dan kontrol, terpadu kontak jaringan sosial, perangkat tambahan fotografi, mencari email secara offline, dan berbagi informasi dengan menggunakan NFC.

Android versi 4.1 (Jelly Bean)

Android Jelly Bean yang diluncurkan pada acara Google I/O lalu membawa sejumlah keunggulan dan fitur baru. Penambahan baru diantaranya meningkatkan input keyboard, desain baru fitur pencarian, UI yang baru dan pencarian melalui Voice Search yang lebih cepat.
Tak ketinggalan Google Now juga menjadi bagian yang diperbarui. Google Now memberikan informasi yang tepat pada waktu yang tepat pula. Salah satu kemampuannya adalah dapat mengetahui informasi cuaca, lalu-lintas, ataupun hasil pertandingan olahraga.OS Android Jelly Bean 4.1 muncul pertama kali dalam produk tablet Asus, yakni Google Nexus 7.

Fitur

Fitur yang tersedia di Android adalah:
  • Kerangka aplikasi: itu memungkinkan penggunaan dan penghapusan komponen yang tersedia.
  • Dalvik mesin virtual: mesin virtual dioptimalkan untuk perangkat mobile.
  • Grafik: grafik di 2D dan grafis 3D berdasarkan pustaka OpenGL.
  • SQLite: untuk penyimpanan data.
  • Mendukung media: audio, video, dan berbagai format gambar (MPEG4, H.264, MP3,
AAC, AMR, JPG, PNG, GIF)
  • GSM, Bluetooth, EDGE, 3G, dan WiFi (hardware dependent)
  • Kamera, Global Positioning System (GPS), kompas, dan accelerometer (tergantung hardware)

Android bagi komunitas sumber terbuka (open source)

Android memiliki berbagai keunggulan sebagai software yang memakai basis kode komputer yang bisa didistribusikan secara terbuka (open source) sehingga pengguna bisa membuat aplikasi baru di dalamnya. Android memiliki aplikasi native Google yang terintegrasi seperti pushmail Gmail, Google Maps, dan Google Calendar.
Para penggemar open source kemudian membangun komunitas yang membangun dan berbagi Android berbasis firmware dengan sejumlah penyesuaian dan fitur-fitur tambahan, seperti FLAC lossless audio dan kemampuan untuk menyimpan download aplikasi pada microSD card. Mereka sering memperbaharui paket-paket firmware dan menggabungkan elemen-elemen fungsi Android yang belum resmi diluncurkan dalam suatu carrier-sanction firmware.


Informasi didapat dari Wikipedia

Cara Aman Melakukan Pembelian Secara Online

Cara aman melakukan transaksi online




Awalnya, transaksi melalui dunia maya, kurang dipercaya oleh para pengguna di Indonesia. Namun, dengan semakin meningkatnya teknologi keamanan transaksi di dunia maya, pengguna di Indonesia mulai mau memilih menggunakan transaksi dengan cara ini. Meskipun begitu, masih banyak penipuan yang terjadi. Bagaimana cara melindungi diri kita dari penipuan yang mungkin terjadi pada media online ini? Berikut beberapa tips yang perlu diperhatikan.

1. Tentukan Cara Pembayaran

Cari tahu mengenai sistem pembayaran yang digunakan oleh si merchant, apakah menggunakan PayPal, kartu kredit, atau pun transfer. PayPal merupakan alat pembayaran pada media online yang sering digunakan. PayPal akan membantu Anda yang tidak suka memberikan informasi kepada merchant. Dengan pembayaran menggunakan PayPal, maka merchant tidak akan mengecek data personal Anda, mereka hanya menerima uang dari PayPal saja.
Jika bertransaksi menggunakan kartu kredit atau transfer secara langsung, berhati-hatilah. Pastikan proses transaksi berjalan dengan benar. Apabila proses tersebut sudah difinalisasi dan terjadi masalah, biasanya pihak merchant akan sulit untuk mengembalikan uang Anda.

2. Jangan Tanggapi Email yang Tidak Dikenal

Jangan buka e-mail yang mencurigakan! Salah satu contoh e-mail yang mencurigakan seperti meminta Anda mengupdate informasi akun Anda. Jika Anda menerima e-mail seperti ini, jangan lakukan apa yang diperintah. Pihak bank tidak akan pernah meminta data sensitif Anda melalui e-mail. Sebaiknya Anda cek ulang alamat e-mail pengirim atau telepon langsung kepada customer service instansi yang bersangkutan.

3. Periksa Keamanan Alamat Website

Ketika Anda sampai pada tahap pembayaran dan personal information, website tersebut harus dalam keadaan aman. Salah satu cirinya yaitu alamat website tersebut akan mencantumkan huruf “s” setelah “http:” sehingga menjadi “https:”. Huruf “S” di belakang “http” tersebut berarti Secure. Biasanya pihak yang menggunakan https telah memberikan perlindungan ekstra di website mereka.

4. Jangan Membayar di Luar Sistem yang Seharusnya

Jika tiba-tiba merchant tersebut mengabaikan sistem pembayaran mereka yang seharusnya dan menginginkan sistem pembayaran lain, misalnya pembayaran pada rekening mereka yang lain, maka Anda perlu mewaspadainya. Jangan lakukan pembayaran yang tidak sesuai dengan sistem mereka yang seharusnya.

5. Perhatikan Reputasi Penjual

Jika ingin berbelanja melalui forum, perhatikan reputasi penjual! Setidaknya si penjual tersebut harus sudah menjual setidaknya 10 item dan mendapatkan testimoni yang baik dari pihak pembeli yang lain. Jika si pihak penjual belum mencapai kriteria tersebut, telitilah terlebih dahulu merchant tersebut. Jika Anda masih ragu-ragu, sebaiknya batalkan niat Anda untuk membeli produk yang diinginkan melalui penjual tersebut.

Langkah/Tahap Cara Transaksi Jual Beli Barang dan Jasa Di Internet Online

Internet telah lama menjadi salah satu media bagi penjual dan pembeli untuk bertemu dan melakukan transaksi jual maupun beli, baik dalam jumlah kecil (partai eceran) maupun besar (partai grosir). Bagi pemain lama mungkin sudah menguasai seluk-belum bisnis online dari a sampai z, namun untuk pemula mungkin akan butuh panduan aman bertransaksi jual beli di internet yang menyimpan berjuta peluang beserta resiko.

Sebelum bertransaksi kita butuh beberapa persyaratan modal dasar yang sangat penting dalam menunjang suksesnya sebuah transaksi :

1. Keberanian dan Ketegasan Menentukan Klien
Kita harus mampu menentukan apakah seorang penjual atau pembeli penipu atau bukan, serius atau tidak dalam melakukan transaksi. Ketika keputusan telah diambil maka kita harus berani menerima segala akibat dan resikonya. Untuk memperkecil resiko kita bisa mempelajari sejarah lawan main kita di internet. Jika banyak komplain dari pengguna internet lain, berarti lampu merah sudah menyala.

2. Media Jual Beli
Untuk penjual sudah tentu butuh produk yang akan ditawarkan dan situs web atau blog tempat menjajakan serta menjelaskan produk yang dijual. Para pembeli sudah pasti hanya tinggal melihat-lihat saja mana produk yang akan dibeli dan tidak. Ada banyak cara dalam menawarkan produk secara online, tinggal kita saja yang memilih apa yang cocok untuk kita. Segala cara dan pilihan transaksi harus dijelaskan secara gamblang.

3. Media Telekomunikasi
Telepon, email, sms, fitus pesan situs web sosial, online messenger, irc chat, dan lain sebagainya bisa digunakan untuk berhubungan dengan klien kita. Transaksi yang baik dan sehat adalah di mana penjual dan pembeli melakukan komunikasi lebih dulu sebelum transaksi terjadi (pembeli kepada penjual), setelah pembayaran terjadi (penjual dan pembeli), setelah pengiriman terjadi (penjual kepada pembeli) dan setelah barang sudah diterima pembeli (pembeli ke penjual).

4. Metode dan Alat Pembayaran
Penjual (seller) harus mempersiapkan cara pembeli melakukan pembayaran baik dengan cara transfer rekening bank, kartu kredit, pembayaran digital online, cash on delivery, atau yang lainnya. Penjual harus bisa menerima teknik pembayaran yang umum dan tidak menyulitkan konsumen dalam melakukan transaksi pembayaran. Pembeli pun sudah harus siap memiliki alat pembayaran yang dapat diterima penjual saat transaksi jual beli terjadi. Untuk mendapatkan fleksibilitas metode pembayaran di luar yang ada, antara penjual dan pembeli dapat melakukan komunikasi negoisasi.

5. Metode dan Alat Pengiriman
Pembeli butuh mencantumkan alamat yang jelas dan lengkap ke mana barang akan dikirim penjual. Jangan sampai barang yang dikirim nyasar ke alamat lain atau tidak dikenal sehingga menghambat transaksi. Penjual juga harus memilih jasa pengiriman (kurir/caraka) yang baik dan bisa dipercaya. Bisa juga penjual yang datang langsung ke alamat pembeli jika memungkinkan (metode cash on delivery). Dari awal sebelum transaksi penjual harus sudah dapat menentukan ongkos kirim yang akan dibebankan kepada pembeli maupun ditanggung sendiri.

-----

Secara Umum Transaksi Aman dan Sehat Yang Terjadi Melalui Tahapan/Langkah Sebagai Berikut Ini :

1. Pembeli datang dan melihat-lihat produk yang dijajakan penjual.
2. Pembeli menghubungi penjual untuk bertanya atau konfirmasi.
3. Pembeli mengirim atau transfer sejumlah uang kepada penjual, lalu melaporkan setelah uang berhasil dikirim.
4. Penjual mengirim barang yang dipesan pembeli dan menginformasikan pembeli jika telah berhasil mengirim produk.
5. Pembeli konfirmasi kepada penjual jika barang telah diterima dan dicek kelengkapan isinya.


Tambahan :
Jika metode transaksi yang dipilih adalah COD (cash on delivery) maka penjual dan pembeli akan bertemu di suatu tempat. Pembeli akan lihat dan cek produk penjual secara langsung dan membayarnya jika pembeli menyukainya (nomor 3 s/d 5 tidak berlaku).



Artikel/tulisan ini mungkin masih jauh dari kesempurnaan, oleh sebab itu kami mengharapkan segala bentuk masukan atau pun perbaikan yang membangun untuk menyempurnakan tulisan ini. Terima kasih atas kunjungan anda, semoga anda bisa mendapatkan tambahan wawasan dari tulisan mengenai transaksi jual beli ini.

Cara Menawarkan Produk di Internet



Sebagai pemula (Newbie : Sebutan bagi para pemula dalam salah satu komunitas) dalam bisnis Online di Internet, seringkali bingung bagaimana cara untuk mempublikasikan Produk-produk yang dipunyai. Disini saya akan meberikan beberapa langkah dalam memulai Bisnis Online di Internet.
Langkah pertama yang harus dilakukan bisnis di Internet adalah Anda harus memiliki Alamat Email yang bertujuan sebagai tempat penerimaan informasi dari Penyedia layanan kepada anda.
Alamat email ini tidak ada batasan bisa secara gratis atau berbayar, yang jelas Alamat Email tersebut harus Aktif. Setelah anda memiliki alamat email barulah kemudian memilih Penyedia layanan Jual Beli Online yang ada di Internet baik Lokal maupun Internasional.
Ada beberapa pilihan yang mungkin bisa anda pilih sebagai Penyedia Layanan Jual Beli Online antara lain adalah sebagai berikut:
  1. www.tokobagus.com
  2. www.berniaga.com
  3. www.tokopedia.com
atau anda dapat langsung cari di google.com dengan memasukkan kata sandi Jual Beli Online, disana akan ditampilkan beberapa situs yang menyediakan jasa Jual Beli Online.
Selain menggunakan jasa dari beberapa penyedia layanan Jual Beli Online, Anda dapat juga mempublikasikan Produk Anda melalui beberapa Situs Jejaring Sosial, Forum Komunitas, atau Pada beberapa Forum yang dibuat oleh beberapa Media Cetak Online yang sudah marak digunakan.

Hal-hal yang harus anda perhatikan dalam memulai Bisnis Online ini adalah :
  1. Memberikan Informasi yang terpercaya antara Anda Sebagai Penjual dan Konsumen anda Sebagai Pembeli.
  2. Berikan Informasi secara detail Mengenai Kelebihan, Keunggulan Produk yang akan anda pasarkan.
  3. Sertakan Foto Asli (Jangan melakukan penyaduran/pengcopy'an Gambar)
  4. Berikan Informasi mengenai data diri Anda dan alamat Warehouse (rumah produksi produk anda)
  5. Sertakan No HP, PIN BB atau alamat Email dan Chat Messenger anda sebgai alat komunikasi langsung antara Anda dan Konsumen
  6. Lakukan Update Secara berkala terhadap Situs yang sudah Anda buat
didalam Bisnis Online yang paling penting adalah Kepercayaan Konsumen, sekali saja Anda membuat kesalahan terhadap seorang konsumen dan Konsumen Anda berkomentar jelek terhadap pelayanan dan produk Anda, maka selamanya Nama Anda akan jelek. Karena Anda tidak akan pernah bisa menghapus atau melakukan Editing terhadap setiap komentar yang dilakukan Konsumen Anda, hal inilah yang sangat penting dalam melakukan Bisnis Online.

Untuk sementara saya cukupkan sampai disini dulu, besok akan dilanjutkan kembali....

Selamat Berbisnis dan smoga sukses....



By Arief Widodo